Tuesday, 28 February 2017

Info Toyota : Toyota Prius Generasi Keempat Melakukan Oblique Frontal Crash Test

http://www.toyotaanzon.com


Pusat penelitian dan pengembangan (R&D) Toyota Higashi-Fuji Technical Center di Susono, Jepang. Di situ kami melihat Toyota Prius generasi keempat melakukan Oblique Frontal Crash Test

Bersama Toyota Motors Asia Pacific (TMAP), Kami berkesempatan untuk mengunjungi langsung salah satu tempat penting untuk Toyota, yaitu pusat penelitian dan pengembangan (R&D) Toyota Higashi-Fuji Technical Center di Susono, Jepang. Di situ kami melihat Toyota Prius generasi keempat melakukan Oblique Frontal Crash Test.

Beruntung, kami bisa melihat langsung hasil crash test Toyota Prius di tempat yang sangat dijaga rahasianya itu. Namun bukan dengan Frontal Offset Crash Test yang biasa dilakukan, Toyota kali ini mencoba suatu metode berbeda yang dijadikan format baru untuk uji tabrak.
 
Seigo Kuzumaki, Assistance Chief Safety Technology Office Toyota Motor Corporation menjelaskan bedanya metode crash test di atas dengan yang terbaru, Oblique Frontal Crash Test.
 
“Frontal Offset Crash Test atau metode uji tabrak konvensional dilakukan pada jalur yang lurus,” jelas Seigo Kuzumaki. Sedangkan Oblique Frontal Crash Test dilakukan dalam sudut tertentu alias miring, sesuai namanya.
 
Perbedaan Metode
 
Pada crash test konvensional, kendaraan dijalankan lurus dengan kecepatan 64 km/jam dan menabrak sebuah barrier diam. Sedangkan pada Oblique Frontal Crash Test, justru kendaraan yang dites diam dan ditabrak oleh sebuah objek.
 
Berupa troli seberat 2,5 ton, obyek penabrak berbahan aluminium honeycomb tersebut dijalankan dalam kecepatan 90 km/jam ke bagian depan samping mobil yang sedang diam.
 
Troli seberat Rolls-Royce Phantom tersebut diluncurkan di atas rel yang sudah dirancang khusus, sedangkan posisi mobil diam dimiringkan dengan sudut 15 derajat di atas permukaan kaca khusus yang memiliki kedalaman hingga 10 meter.
 
Untuk mobil yang akan jadi ‘korban’ crash test, adalah generasi anyar liftback Toyota yang juga selalu jadi kendaraan hybrid nomor satu di dunia, Prius generasi keempat.
 
Perbedaan Hasil
 
Frontal Offset Crash Test atau uji tabrak konvensional memiliki nilai collision lap over  atau bagian yang tertabrak sebesar 40 persen, sedangkan Oblique Frontal Crash Test lebih kecil di 35 persen. 
 
Namun dengan kecepatan ditabrak lebih tinggi, yaitu 90 km/jam di oblique frontal crash test dibanding 64 km/jam di frontal offset crash test, metode uji tabrak baru ini mendapat energi tabrakan lebih besar, yaitu 1,3 kali energi dari cara lama.
 
Hasil pun dapat diteliti dari kamera slow motion yang menangkap kejadian singkat tersebut dalam 1000 frame per second. 
 
Agar video super slow motion tersebut dipastikan mendapat cahaya yang cukup, disinari lampu dari keempat sisi mobil, juga dari kaca di bawah permukaan, yang sekaligus menjadi tempat kamera untuk meneliti bagian mesin yang terdeformasi dari bawah.
 
 
 
 
 
 
sumber : autobild.co.id

Terima Kasih Atas Kunjungan nya ke Blog Anzon Toyota Tambun silahkan isi komentar anda.