Thursday, 30 July 2015

Toyota Avanza Baru Cocok dengan BBM Pertalite?

http://www.toyotaanzon.com/


 

Toyota Avanza baru disebutkan memiliki mesin yang sepenuhnya baru. Lantas apakah mesinnya nanti akan cocok dengan BBM baru Pertamina, Pertalite?

Santer terdengar kalau Toyota Avanza baru akan mendapat mesin yang sepenuhnya baru. Bukan sekadar pengembangan (improvement) dari mesin sebelumnya. Larut di tengah rasa penasaran, dari seorang sumber yang terpercaya kami mendapat brosur mengenai spesifikasi teknis yang berkaitan dengan mesin Avanza baru.

Di brosur itu disebutkan bahwa Avanza baru nantinya memang menggunakan mesin yang sepenuhnya baru. Tepatnya keluarga NR. Untuk versi 1.300 cc memakai unit berkode 1NR sementara yang 1.500 cc memakai 2NR. Kami cari di berbagai literatur, 1NR adalah mesin canggih hasil kreasi insinyur-insinyur andal Toyota. Termasuk hadirnya teknologi Dual VVT-i melampaui mesin model sebelumnya yang hanya VVT-i. Mesin ini pun sudah eksis di Eropa sejak 2008 melalui model Toyota Yaris.

Masih dari literatur tersebut, 1NR adalah mesin long stroke (langkah piston lebih besar dari diameter piston) dengan kompresi 11,5:0 yang terhitung tinggi. Nah, faktor kompresi tinggi inilah yang harus diperhatikan saat memilih BBM.

11,5:0 idealnya membutuhkan BBM dengan oktan lebih dari atau setidaknya RON 92. Sedangkan Pertamina Pertalite oktannya 'hanya' 90.

Kami tak bisa mengkonfirmasi hal ini ke PT Toyota Astra Motor karena mereka tentu tidak bisa memberikan keterangan resmi sebelum hari peluncuran Avanza nanti. Tapi jika belajar pada eksistensi Avanza sebelumnya, Toyota di Indonesia memang terbiasa membuat mesin yang tahan banting.

Termasuk tahan dari konsumen yang kerap membandel mengisi BBM dengan BBM oktan rendah. Dan salah satu triknya dengan menurunkan kompresi. Analisis kami, jikapun kompresinya tidak setinggi model di Eropa (11,5:0), maka penurunan kompresi yang dilakukan tetap berada di atas 11:0, taruh lah di sekitar 11,2:0.

Di angka 11,2:0 Avanza baru tetap membutuhkan BBM oktan 92. Di titik ini idealnya ia minum Pertamina Pertamax. Tetapi dengan penyertaan teknologi baru, di antaranya knocking sensor yang lebih luas, maka mesin jadi lebih berdaya mendeteksi terjadinya ngelitik atau detonasi (knocking). Sistem komputer mesin pun akan lebih siap melayani BBM dengan oktan di bawah 92.

Kenyataanya, kami yakin Toyota di Indonesia mempersiapkan mesin Avanza untuk toleransi oktan terendah yakni Pertamina Premium dengan RON 88.

Sehingga meski idealnya butuh BBM RON 92, namun jika diisi Pertamina Pertalite dengan oktan 90 mestinya aman meski tidak berada di titik paling optimal.

4 komentar

makasih gan kunjungannya

Terima Kasih Atas Kunjungan nya ke Blog Anzon Toyota Tambun silahkan isi komentar anda.