Friday, 8 May 2015

Tips Toyota Menghadapi Pengemudi Emosional di Jalan Raya

http://anzontoyotamurah.blogspot.com


Makna menghargai pengguna jalan yang lain, belakangan ini boleh jadi hanyalah semboyan semu. Kecenderungan pengemudi mobil yang egois dan mau menang sendiri bahkan sudah membentuk karakter pengemudi yang emosional.

Tipikal pengemudi emosional justru lebih berbahaya lagi. Mereka tidak sebatas melontarkan ancaman dengan kata-kata, namun lebih mengintimidasi bahkan sampai menyebabkan perkelahian di jalan raya. Lalu apa yang menjadi penyebab munculnya banyak pengemudi emosional dan bagaimanan cara menghadapinya? Kami mencari jawabannya.
http://anzontoyotamurah.blogspot.com http://anzontoyotamurah.blogspot.com http://anzontoyotamurah.blogspot.com
Jangan terprovokasi oleh pengemudi emosional yang bisa memicu perkelahian di jalan Kemacetan jadi salah satu faktor eksternal penyebab munculnya pengemudi emosional Pengemudi emosional bukan untuk ditanggapi, sebaiknya catat saja nomor kendaraannya untuk selanjutnya jadi urusan pihak berwenang
Road Rage

Kecendrungan orang semakin mudah marah di jalan, sebenarnya terletak pada kontrol emosi. Pasalnya, kontrol emosi yang tidak baik terbukti dapat memicu terjadinya road rage atau amarah berlebih di jalan.

“Road rage adalah bentuk kemarahan di jalan raya yang berujung pada adu fisik atau saling menciderai, yang muncul karena ketidakmampuan pengendara dalam mengontrol emosinya” jelas Bintarto Agung, Managing Director Indonesia Defensive Driving Center (IDDC).

Fenomena munculnya banyak road rage tentu berbahaya. Risikonya bahkan lebih besar dibanding Anda sekadar berhadapan dengan pengemudi yang agresif.

Di tahap ini, sudah tidak ada kata mufakat dalam menyelesaikan konflik, sehingga jalan raya dibuat seolah menjadi ring tinju. Di sinilah perubahan kultur budaya dalam berkendara  di jalan terjadi.

“Road safety culture di masyarakat kita perlu diperbaiki, utamanya agar pengguna jalan berpikiran tentang keselamatan sehingga risiko munculnya road rage bisa menurun,” tambah Bintarto.

Pengemudi emosional yang berpotensi menimbulkan road rage, mirip dengan pengemudi agresif. Mereka cenderung mau menang sendiri di jalan, tanpa memedulikan pengguna jalan lain. 

Meski diakui Bintarto lagi, beberapa kasus road rage di Indonesia saat ini tidaklah seekstrem di luar negeri seperti Amerika. Di sana, 30% pengemudi yang emosional, bahkan menyelesikan permasalahannya di jalan dengan langsung menembak, seperti di era koboi. Menyeramkan bukan?










sumber: autobild.co.id

Terima Kasih Atas Kunjungan nya ke Blog Anzon Toyota Tambun silahkan isi komentar anda.