Monday, 7 July 2014

Kontroversi Pemakaian BBM Mobil Murah


http://anzontoyotamurah.blogspot.com

Belum lama mobil-mobil ‘murah' hasil program pemerintah bertajuk Kendaraan Bermotor roda empat Hemat energi dan Harga terjangkau (KBH2) atau LCGC melenggang di jalan raya.

Paket harga yang murah berkat penggunaan komponen lokal tinggi, komposisi desain yang unik serta efisiensi bahan bakar yang menjanjikan memang membuat banyak masyarakat tertarik untuk mobil ini. Harga murah itu juga didapat lantaran mobil-mobil ini tidak terkena Pajak  Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPNBM) lewat program Kendaraan Bermotort Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) tersebut.

Seolah tak mau kehilangan momentum untuk meminang konsumen, satu persatu APM pun menelurkan jagoannya, Daihatsu Ayla, Toyota Agya, Honda Brio Satya, Suzuki Karimun Wagon R, hingga Datsun Go+ Panca yang baru meluncur beberapa waktu lalu.

Namun belum banyak keuntungan dikeruk, muncul wacana untuk melarang mobil-mobil murah ini untuk menkonsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yakni Premium dari Pertamina.
http://anzontoyotamurah.blogspot.com http://anzontoyotamurah.blogspot.com
Masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah ukuran standar untuk LCGC dalam perihal BBM Petunjuk teknis ukuran corong bensin SPBU mesti distandardisasi

Kontroversi Penyesuaian Mulut Tangki dan Nosel

Cara yang ingin diterapkan untuk membatasi penggunaan Premium yakni dengan menyesuaikan lubang tangki di mobil dan nosel dispenser Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina.

Para pemilik mobil murah ini nantinya tak akan bisa memasukkan BBM Premium ke mobilnya setelah penyesuaian nosel dan mulut tangki tersebut. Perlu diketahui saat ini ukuran lubang nosel pada mulut tangki BBM mobil murah itu berkisar 21,90 mm hingga 23,95 mm. Sedangkan diameter nosel Premium masih lebih kecil yakni 20,5 mm.

Tentunya dibutuhkan upaya besar dari beberapa pihak. Baik itu Pertamina dan APM untuk menyesuaikan kondisi tersebut.

Pihak Pertamina sebagai penyalur BBM pun tampak pesimis akan keberhasilan penyesuaian lubang tangki dan nosel dalam mengurangi konsumsi BBM subsidi.

"Pro-kontra pengguna sebagian besar LCGC menggunakan BBM bersubsidi memang mesti dicermati. Pasalnya, bukan perkara mudah menggiring penguna LCGC untuk taat azas memakai BBM non-subsidi," ujar Darius Darwis, Project Coordinator PSO Fuel M&C System Marketing & Trading Directorate PT Pertamina.
http://anzontoyotamurah.blogspot.com http://anzontoyotamurah.blogspot.com
Davy Tuilan. Perlu juknis agar menjadi standar Ukuran standar mulut tangki kendaraan menjadi hal krusial untuk kebijakan ini
Tapi akankah peraturan ini efektif untuk membatasi penggunaan Premium? Lalu apakah peraturannya akan membuat ‘masyarakat yang tak berhak' benar-benar berhenti menggunakan BBM subsidi itu?

"Kami, Pertamina selaku operator distribusi BBM di Indonesia siap-siap saja, bila wacana pembatasan BBM bersubsidi dikonsumsi oleh mobil LCGC. Artinya bila sudah ada payung hukumnya dan Pertamina sebagai operator di lapangan diatur regulasi dan aturan mainnya," imbuh Darwis.

Pihak APM pun sontak sahut menyahut untuk mendukung pelaksanaan penyesuaian lubang tangki ini. Wajar saja, tentu mereka tak ingin terlihat melawan kebijakan pemerintah.

Suparno Djasmin, Vice President Director PT Toyota Astra Motor misalnya. Ia menegaskan, Toyota siap jika harus me-recall Agya yang sudah beredar untuk dimodifikasi mulut tangki BBM-nya.

"Kami ikut dengan peraturan, jika mulut tangki BBM memang harus dikecilkan. Maka produksi berikutnya akan kami kecilkan. Lalu mobil yang sudah di tangan konsumen akan di-recall untuk dimodifikasi," ujar Suparno Djasmin saat peluncuran Toyota Nav1 Facelift di Jakarta.

Senada dengan yang dilakukan Toyota, Suzuki pun mengucapkan hal sama. "Secara prinsip Suzuki mendukung wacana perubahan desain tangki bensin LCGC untuk membatasi konsumsi BBM bersubsidi. Tentu saja, dengan regulasi dan dasar hukum yang jelas dari kementerian terkait," ujar Davy Tuilan, Sales Marketing & DNA PT Suzuki Indomobil Sales.

Bahkan menurutnya, pihaknya akan mengikuti semua aturan sekalipun harus me-recall Karimun Wagon R yang sudah dibeli konsumen. "Bila semua pihak terkait sudah terkoordinasi dan pengesahan sudah ketuk palu, kami siap mengikuti aturan yang berlaku," imbuh Davy.

Kenapa Tidak Boleh Premium?

Kontroversi penyesuaian tangki dan nosel ini sebenarnya hanya berkutat pada pembatasan penggunaan Premium. Pihak APM seolah tak mau kehilangan pasar penggemar Premium yang menyasar mobil murah. Di lain sisi, pemerintah seolah bingung dalam menjalankan kebijakannya lantaran peraturan belum rampung.

Tapi apakah sebenarnya memang “haram” mobil-mobil ini menggunakan Premium? Secara teknis, kompresi mesin mobil-mobil ini ternyata sudah 10:1, alias harus menggunakan BBM dengan RON minimal 90 untuk memberikan pembakaran sempurna. Seperti Suzuki Karimun Wagon R dengan 998 cc 3 silinder memiliki kompresi 10:1.

Berbeda lagi dengan Honda Brio Satya,  mesin 1.198 cc 4 si­linder dengan teknologi katup variabelnya, memiliki kompresi 10,2:1. Nah, angka kompresi ini tentu saja menunjukkan bahwa mesin-mesin mobil LCGC membutuhkan BBM dengan RON 90, atau yang tersedia di pasaran yakni dengan RON 92 seperti Pertamax, Shell Super, dan Total Performance 92.
http://anzontoyotamurah.blogspot.com http://anzontoyotamurah.blogspot.com
LCGC menjadi sorotan berkenaan dengan konsumsi BBM subsidi di lapangan APM siap me-recall mobil yang sudah beredar ke konsumen

Penggunaan BBM yang tak sesuai spesifikasi mesin akan berpengaruh pada tidak sempurnanya pembakaran. Hal ini selain berefek langsung pada mesin dengan indikasi 'ngelitik' akan menyebabkan munculnya kerak berlebih di ruang bakar.

Faktor lainnya mobil LCGC menggunakan bahan bakar non subsidi adalah pemilik mobil LCGC harus sadar bahwa mobil ini sudah memeroleh keistimewaan dengan diberikannya insentif berupa pajak PPNBM 0%. Sehingga harganya pun relatif lebih terjangkau. Begitu pula mengingat regulasi LCGC harus memiliki konsumsi BBM 20 km/liter, ia pun jadi mobil hemat BBM. Sehingga biaya operasionalnya pun bisa ditekan.
 



sumber;autobild.co.id

Terima Kasih Atas Kunjungan nya ke Blog Anzon Toyota Tambun silahkan isi komentar anda.