Wednesday, 15 January 2014

Tips Toyota Mengemudi Jalan Beton dan Conblock


http://anzontoyotamurah.blogspot.com

Ketika kendaraan Anda sudah dalam kondisi  optimal untuk menembus hujan, masih ada faktor lain yang perlu diwaspadai saat berkendara. Kontur jalan merupakan salah satu hal yang perlu diwaspadai saat Anda mengendarai mobil ketika hujan.

Umumnya ada 3 jenis material jalan yang digunakan yaitu, aspal (flexible pavement), beton (rigid pavement) dan concrete block atau block pavement. Material aspal dan beton merupakan material yang paling mudah ditemukan dan jadi pilihan utama untuk membangun fasilitas jalan umum. Sedangkan conblock umumnya digunakan di lingkungan sekitar perumahan.

Kali ini kami akan fokus membahas dua kontur jalan yang berpotensi membahayakan untuk dilewati saat hujan. Adalah jalan bermaterial beton dan conblock. Tak lain karena kedua permukaan jalan ini menyimpan potensi bahaya saat hujan.


Jalan Beton

Jalan beton (Rigid Pavement) merupakan konstruksi jalan yang paling kokoh dan cukup banyak digunakan di antara jenis perkerasan jalan lainnya. Hal ini lantaran jalan merupakan semen dan pasir yang dicor di atas rangka baja. Ia pun memiliki daya ikat yang tinggi. Ketahanan jalan beton yang diklaim minim perawatan ini juga menjadi pertimbangan mengapa jalan umum banyak yang menggunakan material ini.

Jalan beton sejatinya memiliki permukaan yang lebih licin dari aspal, karenanya jalan beton perlu dilengkapi alur-alur (grooving). Tujuannya untuk meningkatkan daya gesek antara roda kendaraan dengan jalan saat terjadi hydroplanning/aquaplanning.

http://anzontoyotamurah.blogspot.com http://anzontoyotamurah.blogspot.com
Alur memanjang pada jalan beton memiliki
traksi yang rendah dengan ban
Jaga kecepatan saat melewati jalan block pavement yang tergenang air

Grooving ini juga terdapat dua jenis, yaitu alur melintang dan memanjang. Alur melintang memiliki daya tahan gesek dengan ban yang lebih baik. Yang perlu diwaspadai adalah jalan beton dengan alur memanjang. Ban kendaraan yang umumnya memiliki alur melintang, akan kehilangan traksinya ketika bergesekkan dengan jalan beton beralur memanjang. Risiko pun berlipat ketika jalan yang Anda lalui memiliki perbedaan tinggi permukaan atau tidak rata, serta kondisi basah.

Cukup sulit untuk melihat jenis alur yang ada saat hujan sudah terjadi. Namun jika Anda sering melewati jalan seperti ini, ketika kondisi cerah, sempatkanlah waktu untuk menghentikan kendaraan dan mengetahui jenis alur jalan beton yang Anda lewati.

Block Pavement

Jalan block pavement umumnya digunakan pengembang perumahan untuk jalan. Pilihan jatuh kepada jenis ini lantaran pemasangannya yang mudah, dan penggantiannya pun cukup mudah. Tak hanya itu, penggunaannya dapat mempercantik tampilan jalan.

Namun disinilah masalah timbul, pihak pengembang seringkali mangkir dalam melakukan perbaikan. Efeknya adalah jalan itu makin rusak dan berpotensi bahaya. Pada beberapa komplek perumahan besar dimana lebar jalan utama mereka juga cukup besar dan panjang, kendaraan umumnya melewati jalan ini dengan kecepatan seperti di jalan raya, yakni 40-60 km/jam. Hal ini tentunya membahayakan terlebih saat hujan.

Yang harus diwaspadai ketika melewati jalan block pavement adalah ketika terjadi genangan air yang rentan terjadi. Genangan air ini akan menutupi kontur jalan yang rusak atau bergelombang. Terlebih ketika ada susunan blok yang pecah, hal tersebut akan membahayakan ketika pengendara melakukan pengereman.





sumber:autobild.co.id

2 komentar

kalau ada artikel baru, bagi bagi keblog saya yah sob?

@raiyanmakasih gan kunjungannya ke blog anzon toyota tambun,siap gan setiap da info baru ntar di bagi postingannya.

Terima Kasih Atas Kunjungan nya ke Blog Anzon Toyota Tambun silahkan isi komentar anda.