Wednesday, 8 January 2014

Tips Toyota: Bahaya Gunakan Telepon Saat Mengemudi


http://anzontoyotamurah.blogspot.com

Meski sebagian besar orang setuju kalau kirim pesan via SMS atau BBM saat mengemudi itu bisa menimbulkan bahaya, tapi tidak demikian dengan aktivitas menelepon. Pendapat sejumlah orang masih terbagi di hal ini. Bahkan aktivitas ini dianggap tak ubahnya seperti berbincang dengan penumpang saja.

Di banyak negara termasuk Indonesia, menggunakan ponsel saat mengemudi adalah perbuatan melawan hukum. Tapi tetap saja banyak yang melanggarnya bahkan diklaim pihak berwajib kerap menyebabkan terjadinya kecelakaan. Benar­kah demikian?

Kami pun mengutus 3 re­porter Auto Bild untuk mela­kukan eksperimen mini di Bridgestone Proving Ground, Karawang. Hasil yang didapat cukup mengejutkan.

Cara Pengujian Pengemudi (Resa)
http://anzontoyotamurah.blogspot.com http://anzontoyotamurah.blogspot.com
Reporter Resa Azhara, kami tunjuk sebagai pengemudi di tes kali ini. Ia mengendarai Tata Safari Storme bertransmisi manual. Ia diminta mengemudikan mobil di lintasan dengan kecepatan maksimal yang diizinkan di tiap sektor.

Lalu Fitra Eri duduk di bangku belakang untuk melakukan gangguan dengan menelepon dan melakukan SMS dengan Resa. Di bangku samping depan, duduk Ivan Hermawan yang mencatat waktu tempuh serta memantau perilaku berkendara dari Resa. Ivan juga sesekali menarik tuas rem tangan sedikit untuk melihat apakah Resa dapat mendeteksi indikator yang menyala.





Tantangan kali ini cukup berat karena laju mobil harus disesuaikan dengan kecepatan maksimal yang diizinkan. Tapi dengan 2 putaran pemanasan Resa pun langsung terbiasa.

Ketika mendapat panggilan telepon, Resa tak merasakan ada kesulitan apapun. Pasalnya, seluruh perhatian tercurah ke telepon. Namun rasanya tak ada yang berubah dari gaya mengemudi. Makanya Resa kaget ketika diberitahu kalau banyak melanggar kecepatan maksimal serta tak mampu mendeteksi nyala indikator lampu rem parkir.

Konteks pembicaraan di telepon diakui telah menguras konsentrasi. Jadi mengemudi pun hanya menggunakan insting.

Ketika diminta menjawab SMS, Resa juga merasa tersiksa. Bukan cuma tangan yang sibuk, pandangan pun harus sering berpindah dari jalan ke ponsel. Apalagi pertanyaan yang diajukan membutuhkan pemikiran serta ketelitian mengetik. Tak heran waktu tempuh di lintasan menjadi lambat.

Pengganggu
http://anzontoyotamurah.blogspot.com http://anzontoyotamurah.blogspot.com
Peran Fitra di tes kali ini adalah melakukan gangguan telepon dan SMS. Untuk sesi gangguan telepon,Fitra mengambil topik nyata pekerjaan di kantor. Namun mujur, ketika itu hendak berlangsung, Resa justru mendapat panggilan telepon pribadi yang sangat penting dan pelik. Fitra pun memintanya untuk mengangkat telepon sembari tetap mengemudi.

Sedangkan untuk aktivitas SMS, yang Fitra lakukan simpel tapi bisa menguras perhatian dan pikiran. Misalnya, dari banyak pertanyaan ada yang meminta Resa untuk mengetikkan abjad A-Z secara berurutan dan lantas mengetikkan kebalikannya. Total ada sekitar 20 pertanyaan yang diberikan sambung menyambung dan hanya diselingi jeda 4-5 detik.

Selama melakukan panggilan telepon, Resa langsung hanyut dalam topik. Sementara ketika ber-SMS, Fitra menemukan beberapa kesalahan ketik serta kesalahan jawab. Tapi secara umum, kedua aktivitas tadi cukup mengganggu konsentrasinya.

Pemantau (Ivan) Kesimpulan
http://anzontoyotamurah.blogspot.com http://anzontoyotamurah.blogspot.com
Tugas Ivan adalah mencatat waktu, perubahan perilaku pengemudi serta melakukan distraksi dengan sesekali menarik sedikit rem parkir.

Pada saat si pengemudi berkendara tanpa gangguan, waktu yang dicatat untuk mengelilingi satu putaran adalah 1 menit 40 detik. Hasil tersebut merupakan rata-rata dari 2 putaran yang dilakukan ketika berkendara tanpa distraksi.

Pengemudi pun tampak fokus dengan kondisi jalan. Setiap batas kecepatan maksimum ia patuhi, setiap kali tuas rem parkir ditarik ia menyadarinya.

Ketika ada gangguan berupa panggilan telepon, langsung terdeteksi perubahan perilaku mengemudi yang terjadi. Emosi yang terjadi pada Resa membuat gaya mengemudinya berubah.

Tapi hal unik yang terjadi adalah waktu tempuh justru lebih cepat yakni 1 menit 35 detik. Pengemudi tak lagi memperhatikan distraksi yang dialami ketika tuas rem parkir ditarik, 5 kali indikator pada panel instrumen berkedip, tak satupun dihiraukan. Bahkan saya sempat menarik tuas rem selama 1 menit tanpa ada reaksi pengemudi apapun.

Distraksi ketika menerima SMS berefek lebih parah lagi. Paling terlihat adalah menurunnya kecepatan. Waktu tempuh pun lebih lambat 13 detik menjadi 1 menit 53 detik. Dari 5 kali penarikan tuas rem parkir, hanya 1 kali yang mampu dideteksi. Selain itu terjadi perpindahan gigi lebih kasar dan di putaran tidak tepat. Perpindahan jalur tak semestinya juga terjadi.
Walau terbukti menurunkan kecepatan, mengirim SMS saat di balik setir mampu menghilangkan konsentrasi serta kecekatan mengemudi. Penurunan 13 detik di sirkuit itu berarti menurunnya kecepatan rata-rata sekitar 10 km/jam. Di jalan dengan lalu-lintas padat, reaksi terhadap kendaraan di depan menurun. Tak heran cukup mudah bagi kita menge­tahui siapa pengemudi yang sedang ber-SMS sambil mengemudi. Lihat saja siapa yang menyetirnya lambat bagai baru belajar mengemudi.

Sedangkan aktivitas bertelepon mengundang bahaya cukup besar juga. Memang kecekatan tangan tak seburuk ber-SMS, apalagi bila memakai handsfree. Tapi tanpa sadar, kita bisa meningkatkan kecepatan dengan diiringi menurunnya konsentrasi. Fatalitas lebih mudah terjadi di aktivitas seperti ini.

Jadi kesimpulannya jelas, letakkan ponsel Anda saat mengemudi. Gunakan hanya sebelum atau setelah mengemudi.















sumber:autobild.co.id

Terima Kasih Atas Kunjungan nya ke Blog Anzon Toyota Tambun silahkan isi komentar anda.