Tuesday, 7 January 2014

Roh Hachi Roku dalam Mobil Corolla 1974




http://anzontoyotamurah.blogspot.com


Corolla memang tidak ada matinya. Di setiap generasinya selalu ada pencinta beratnya. Termasuk Ver Jummamoy yang sangat mencintai Toyota Corolla keluaran 1974 miliknya. 

Perawat unit Gawat Darurat asal Fairfield, California ini memberi semangat baru pada sedan yang juga dikenal sebagai KE20 Sprinter itu. Yaitu mencangkokkan mesin Corolla AE86 alias Hachi Roku kebalik tubuh tuanya. 

Dan bukan cuma mesin bertenaga monster yang di benamkan, tapi banyak parts lain yang diambil dari AE86. Karena itu namannya kini jadi Frankenspirit seperti diceritakan superstreet.com.
 
Mesin Hachi-Roku yang dikenal dengan kode 4A-GE dipuji banyak orang. Mesin ini berhasil mengkombinasikan peforman dan reliability. Ditambah lagi bobotnya yang ringan, 123 kg membuat mesin ini jadi buruan banyak orang. Mesini yang memproduksi 112hp dan torsi 131 Nm sejak awal di rancang untuk performance.

Tapi yang dipasang di Corolla 74 ini lebih gawat dari itu. Yaitu generasi kelima atau pemuncak dari mesin 4A-GE. Toyota memproduksi mesin tahun  1995 – 1998 dan dikenal dengan nama Black Top karena  cam cover-nya berwarna hitam.  

Mesin empat silinder 1.6 liter ini menggunakan Variable Valve Timing pada intake cam dan rasio kompresi lebih tinggi (11:1). Diameter empat rumah throttle ditingkatkan dari 42 mm jadi 45 mm dan banyak perubahan lain,termasuk flywheel lebih ringan. Buah dari aneka perbaikan itu, tenaga naik jadi 165hp/7800rpm dan torsi 162Nm/5600rpm.  Black Top menjadi buruan para pencinta modifikasi Corolla.

Dibandingkan mesin asli Corolla Generasi Kedua, produksi tenaga Black Top  memang bisa dua kali lipat. Bahkan dibandingkan mesin Corolla di era 90-an juga lebih besar. Dan yang membuat mesin ini lebih berkilau di mata modifikator, Black Top hanya ada di Jepang.

Dengan mesin baru, gearbox  K50 5-speed bawaan K20 jelas tidak mampu melayani. Karena itu diganti dengan T50 yang memang bawaan Hachi-Roku. Tenaga mesin lalu disalurkan ke roda belakang. Gardan belakang dilengkapi limited-slip untuk mencegah mobil slip. Juga rem cakram belakang berdiameter sembilan inch. 
 
Master cylinder dan power brake bosster juga diambil dari AE86.  Body dilengkapi dengan four-point cage untuk menambah kekakuan body. Memang menambah berat mobil mobil, tapi sebanding dengan nikmatnya merasakan menikung kencang.
 
Tampilan body dipertahankan klasik dengan sedikit tambahan spoiler di depan dan belakang, warna merah menyala,dan bumper.

Ver mengakui transplantasi jantung mekanis K20 dengan AE86 butuh biaya mahal, banyak kesulitan menghadang dan waktu lama. Ver butuh waktu tiga tahun untuk menyelesaikan proyeknya ini. Namun semangat dan tekad itu terbayar lunas.

http://anzontoyotamurah.blogspot.com


Terima Kasih Atas Kunjungan nya ke Blog Anzon Toyota Tambun silahkan isi komentar anda.