Tuesday, 28 January 2014

Meski Merek Jepang Tetep Karya Anak Indonesia di Mobil Toyota?


Meski merupakan merek Jepang, Toyota mengklaim kalau sebagian besar mobil yang mereka produksi di Indonesia telah menggunakan banyak komponen lokal. Investasi di sektor ini pun meningkat.

Dilihat dari sisi produksi, tahun lalu ada 486.617 unit kendaraan Toyota yang diproduksi di Indonesia atau meningkat sebesar 11,9% dibandingkan produksi Toyota tahun 2012 yang berjumlah 434.905 unit.

Dari angka itu, 435 ribu unit dijual di pasar domestik dan sisanya untuk ekspor ke puluhan negara.

Selain meningkatkan kapasitas produksi melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Toyota Motor Co (TMC) sebagai prinsipal dan holding juga telah mendorong sejumlah perusahaan komponen yang menjadi afiliasinya untuk meningkatkan investasi dan kapasitas produksi mereka di Indonesia. Ini adalah bagian dari kebijakan TMC untuk merealisasi komitmen tersebut.

Secara keseluruhan, Toyota bersama 5 perusahaan Toyota Group telah mengalokasikan dana investasi Rp 13 triliun di Indonesia. Investasi tersebut dilakukan oleh Toyota Auto Body, Toyota Tsusho Corp, Aisin Seiki Co.Ltd Denso Corp, Sugity Corp dan Toyota Motor Corporation sendiri.

Dalam penggunaan komponen lokal, untuk produksi pabrik Karawang II yang memproduksi jenis sedan Etios Valco, dan All New Vios & Limo akan menggunakan komponen lokal 55% - 60%.

Sedangkan di pabrik Karawang I memproduksi model MPV dan SUV dengan penggunaan komponen lokal Kijang Innova mencapai 80% dan Fortuner 55%

Ada pun Avanza, Rush dan Agya diproduksi  dengan kandungan komponen lokal masing-masing sebanyak 80%.

Kondisi tersebut diklaim Toyota akan menciptakan multiplier effect bagi industri otomotif maupun perekonomian nasional, baik dalam bentuk lapangan kerja, nilai tambah bagi pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto).

Terlebih, hingga kini tenaga kerja yang tergabung dalam TMMIN mencapai 7.680 orang. Selain itu, ekspansi bisnis Toyota Indonesia juga meningkatkan penyerapan tenaga kerja dalam rantai operasi bisnisnya.

Di area supplier, diprediksi terdapat penambahan tenaga kerja sebanyak 20.000 orang, dealer Toyota diprediksi terdapat penambahan tenaga kerja sebanyak 7.500 orang hingga tahun 2015 mendatang.

TMMIN sendiri menggandeng 107 perusahaan suplier untuk mendukung operasi produksi mereka di Indonesia yang terdiri dari 90 perusahaan joint venture dan 17 perusahaan lokal.

Dan secara total di tahun 2015 mendatang, akan terdapat 65.000 tenaga kerja yang terkait dalam operasi bisnis Toyota di Indonesia.

Selain itu, langkah strategis lain yang perlu dicatat adalah pembangunan pusat pelatihan bernama TMMIN Learning Center untuk peningkatan kualitas SDM. Kehadiran pusat pelatihan di area 3,7 ha ini dikatakan Toyota sangat penting untuk memberikan jaminan bahwa produk Toyota Indonesia mampu mencapai standard global.

"Dibuat oleh orang Indonesia, untuk pasar Indonesia dan kami berharap persentase komponen lokalnya lebih besar lagi," ujar Direktur Corpoprate Planning & External Affairs TMMIN I Made Dana Tangkas di Jakarta, Senin (27/1/2014).

Terima Kasih Atas Kunjungan nya ke Blog Anzon Toyota Tambun silahkan isi komentar anda.