Wednesday, 13 November 2013

Tips Toyota Optimalisasi Matic Untuk Hemat BBM

http://anzontoyotamurah.blogspot.com
 
Meski menggunakan mobil dengan transmisi otomatis, Anda tetap dapat meminimalkan penggunaan bahan bakar. Terutama transmisi otomatis yang masih menggunakan torque converter seperti yang lazim digunakan pada jajaran produk asal Jepang dan Korea.


Berbeda dengan teknologi transmisi dual clutch yang memiliki loss power minimum, atau seperti transmisi manual. Penggunaan kopling ganda membuat transfer tenaga optimal dan berlangsung cepat.

Tapi perpindahan gigi yang diatur komputer tetap memerlukan pemahaman tersendiri agar efisiensi bbm tetap diperoleh.

Apa saja yang wajib Anda perhatikan untuk memperoleh konsumsi bbm yang irit di mobil matik?

Pindahkan ke posisi N saat macet
Coba Anda perhatikan, saat tuas berada di posisi D (Drive) dan pedal rem diangkat, mobil akan bergerak maju di jalan datar. Hal ini menandakan torque converter mendapat tekanan lantaran mobil siap untuk berakselerasi.

Nah, dalam keadaan berhenti di lampu merah, tentu akan membuang-buang bensin secara percuma lantaran mesin mendapat beban berlebih. Untuk membuktikannya, pindahkan tuas ke posisi N (Neutral) maka putaran mesin akan sedikit meninggi. Itu sebabnya, jika berhenti di lampu merah atau di kemacetan lebih dari 30 detik sebaiknya tuas transmisi digeser ke posisi N.
Manfaatkan ‘lock’ saat melaju konstan 
Saat melaju konstan di tol, Anda dapat memaksimalkan dengan memanfaatkan fitur ‘lock’ di gigi 3 ke atas. Jadi transmisi akan menyalurkan tenaga mesin ke roda tanpa terjadi slip.

Caranya pun mudah, Anda hanya perlu menahan laju kendaraan di kecepatan tertentu selama beberapa saat. Indikasi ‘lock’ akan terlihat dari menurunnya putaran mesin. Menurunnya putaran mesin akan membuat kebutuhan bahan bakar juga menurun.
Hindari kickdown 
Saat berakselerasi, tentu tidak dapat dilakukan secara spontan untuk memperoleh konsumsi bahan bakar yang efisien. Apalagi saat berakselerasi dari kondisi berjalan, hindari kickdown atau menurunkan posisi gigi secara otomatis dengan cara menginjak pedal gas secara bertahap.

Apalagi program komputer kini dapat membaca sudut injakan pedal gas lebih presisi. Jadi saat diinjak 30% dengan 40% atau lebih dari 70%, komputer akan melakukan perpindahan gigi di putaran mesin berbeda.

Konsekuensinya, tentu akselerasi akan terasa lamban, terutama pada transmisi yang masih mengusung 4-percepatan.
Gunakan engine brake saat jalan menurun 
Salah satu yang sering dikeluhkan pemilik mobil bertransmisi otomatis adalah minimnya efek engine brake. Padahal transmisi otomatis dapat digunakan layaknya manual untuk memperoleh efek tersebut.

Anda tinggal menggeser tuas atau menon-aktifkan tombol overdrive (O/D) untuk menurunkan setingkat ke posisi lebih rendah atau dapat menggunakan 2 hingga L (Low) atau 1.

Kenapa hal ini penting untuk menghemat bbm? Sebab saat engine brake, komputer akan memberi perintah untuk memutuskan suplai bahan bakar ke mesin. Alhasil, mesin akan berputar berdasarkan laju kendaraan.

Jangan lupakan penggantian oli
Seluruh usaha tersebut tidak akan optimal bila transmisi tidak berada di performa optimalnya. Otomatis, kualitas pelumas perlu diperhatikan dengan cara melakukan penggantian secara berkala.

Bila pelumas bersih, maka transmisi akan dengan mudah menciptakan tekanan untuk menggerakan sistem dan memutar torque converter sesuai perintah komputer.
 

Terima Kasih Atas Kunjungan nya ke Blog Anzon Toyota Tambun silahkan isi komentar anda.