Thursday, 7 November 2013

Sepuluh Mitos Tentang Mesin Diesel



http://anzontoyotamurah.blogspot.com

Keputusan untuk membeli mobil ditentukan oleh banyak faktor. Satu yang ternyata cukup berperan adalah citra dari produk yang hendak kita beli. Karena tak mengetahui fakta sesungguhnya, kerap kali rumor atau mitos menjadi faktor penghambat.

Dan ini yang terjadi di mesin diesel. Tak peduli seberapa modern dan efisiennya mesin diesel saat ini, tetap ada resistensi memakai mesin yang biasa dipakai truk ini di mobil pribadi. Padahal, banyak keuntung­an yang bisa didapat bila kita tahu fakta sebenarnya.

Berikut 10 mitos paling populer seputar mesin diesel berikut kenyataannya.




1 SELALU BERASAP


http://anzontoyotamurah.blogspot.com
 
Pada dasarnya rumor ini tidak salah. Mesin diesel memang mengeluar­kan emisi dalam bentuk karbon atau jelaga yang mudah terlihat. Saat akselerasi penuh asap hitam memang akan keluar dari knalpot. Tapi bila dirawat dengan benar, ketebalan asap bisa direduksi. Bahkan, mesin diesel mo­dern keluaran 2007 ke atas sudah diharuskan untuk tidak mengeluarkan asap yang terlihat mata. Apalagi jika Anda meng­ikuti spek mesin dengan mengguna­kan BBM non subsidi yang rendah sulfur.

2 LEBIH MAHAL


http://anzontoyotamurah.blogspot.com
 
Sekali lagi ini benar. Mesin diesel dibuat dari material yang lebih kuat diban­ding mesin bensin. Alhasil biaya produksi me­ningkat dan berakibat ke harga jual di pasaran. Hal ini juga membuat pajak tahunannya sedikit lebih tinggi. Otomatis harga jualnya lebih tinggi dari model bensin.

 

3 BERTENAGA LEBIH KECIL
Bila bicara tentang daya kuda, mesin diesel memang memiliki figur lebih kecil dari bensin. Tapi karena saat ini rata-rata diesel modern sudah dilengkapi turbo, angka daya kuda ini tak lagi kalah. Dan bila berbicara torsi, diesel jauh lebih baik ketimbang bensin. Positifnya, konsumsi BBM bisa lebih irit.




4 PERAWATAN JAUH LEBIH MAHAL
Berdasarkan data yang kami dapat dari sejumlah APM, tidak benar kalau diesel memerlukan bia­ya perawatan jauh lebih mahal. Di bengkel resmi Anzon Toyota Tambun selisih biaya perawatannya sangat tipis dengan bensin.

5 SELALU BERISIK
Karena perbandingan kompresi yang sangat tinggi, mesin diesel memang memiliki kecenderungan bersua­ra lebih keras. Tapi seiring penerapan turbo, kompresi mesin diesel kini lebih rendah. Bahkan Mazda dengan teknologi SkyActiv-nya memiliki mesin diesel dengan perbandingan kompresi hanya sedikit di atas bensin. Ditambah perkembangan teknologi peredam suara dan getaran, saat ini kebi­singan mesin diesel tak lebih buruk dari bensin. Baik saat idle, berkendara, maupun akselerasi penuh.

6 GAS BUANG LEBIH KOTOR
Rumor ini tercetus karena melihat jelaga hitam dari diesel. Padahal sesungguhnya, zat beracun yang dibawa gas buang diesel jauh lebih kecil dibanding mesin bensin. Emisi CO dan karbon dioksidanya juga tak membahayakan kesehatan kita. Jadi kalau berbicara dari segi emisi, gas buang diesel justru jauh lebih ‘hijau’.

7 HARUS MENUNGGU SEBELUM MATIKAN MESIN
Mitos ini hanya benar di masa lalu, ketika turbo masih memakai bearing yang memuai saat panas. Untuk itu harus didinginkan seje­nak sebelum dimatikan untuk menghindari kerusakan. Tapi sekarang itu sudah tak diperlukan karena teknologi material sudah sangat maju. Anda bisa berkendara bebas dalam jarak jauh sambil te­rus berakselerasi, kemudian berhenti dan langsung mematikan mesinnya.

8 CAMPUR BENSIN SUPAYA LEBIH RESPONSIF
 Logikanya, dengan daya ledak lebih besar maka BBM mesin bensin akan menambah performa diesel. Saran kami hanya satu, jangan lakukan itu! Dalam konsentrasi kecil sekalipun, kontaminasi BBM bensin di diesel akan merusak kemampuan lubrikasi yang ada di BBM diesel. Selain itu, bensin  secara signifikan akan meningkatkan suhu di ruang bakar dan merusak komponen internal mesin.  Kerusakan karena hal ini tidak dijamin oleh garansi.

9 TAK ADA DIESEL UNTUK BALAP
 Justru kebalikannya, die­sel mulai mendominasi kemenangan di ajang balap bergengsi. Contohnya Audi dan Peugeot yang selalu mendominasi balap LeMans 24 jam dengan mesin diesel. Juga ada Seat Leon yang torsinya menggetarkan peser­ta balap turing kelas dunia World Touring Car Championship. Begitu pula di ajang reli Dakar. Torsi besar serta daya tahan tinggi membuat mesin bensin sulit menyaingi kehebatan diesel di balap.

10 GETARAN LEBIH BESAR
Secara umum kompresi tinggi di mesin diesel menghasilkan getaran lebih banyak. Namun dengan teknologi injeksi elektronik serta turbo, getaran mesin diesel saat ini sudah sangat halus. Apalagi ditambah peredaman maksimal, tak ada perbedaan getaran di mesin bensin dan diesel modern.



Dengan kecanggihan teknologi, diesel makin disenangi di ajang balap, seperti Leon ini. Torsi besar dan BBM hemat







 sumber : autobild.co.id

2 komentar

Mantap artikelnya, semoga makin berkurang phobia diesel dimasyarakat ... :)

@yamatoikwanTerima Kasih Yamatoik atas kunjungannya ke website anzon toyota tambun,sering singgah ke sini yaaaa.

Terima Kasih Atas Kunjungan nya ke Blog Anzon Toyota Tambun silahkan isi komentar anda.