Monday, 4 November 2013

Cara Modifikasi Asuransi Mobil


http://anzontoyotamurah.blogspot.com

Krisis ekonomi mulai mendera. Nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing seperti Dolar Amerika Serikat, Euro ataupun Yen tidak sekuat sebelumnya.

Efeknya, yang paling terasa, daya beli (power buying) mayoritas konsumen menurun.

Masih ditambah, dengan pendapatan relatif sama, tapi harga kebutuhan lainnya membubung. Imbasnya, alokasi bujet kian diperketat.

Padahal, kebutuhan kendaraan untuk mobilitas tetap diperlukan. Celakanya, asuransi menjadi pilihan alternatif nomor sekian di antara pos-pos lainnya.

Ilustrasinya, bila sebelumnya, mobil dijamin oleh asuransi, kondisi saat ini membuat nasabah perlu mengalkulasi dan menyesuaikan ulang dengan bujet yang ada. Tapi bukan meniadakan asuransi dalam daftar pengeluaran.

Padahal, pascabeli mobil baru, terutama via kredit, opsi asuransi menjadi hal wajib. Sementara untuk menjamin aset mobil Anda, biaya polis tidak bisa dibilang sedikit. Belum lagi, jaminan perlindungan aset langsung dibayar di muka.

“Hampir sebagian besar lembaga pembiayaan mewajibkan perlindungan asuransi selama tenor kredit berlaku. Masa tengang waktu kredit beragam mulai dari 1 hingga 5 tahun bisa menjadi pilihan,” jelas Punto Nugroho, Deputy Director Marketing PT BCA Finance.

Hanya saja, kondisi sekarang ini seolah kurang menguntungkan secara ekonomi. Sebaiknya kalkulasi cermat dan cerdas menjadi landasan Anda untuk tetap survive. Sehingga mobilitas terjaga dan aset tetap terlindungi.

Modifikasi

Kurang bijak, bila poin asuransi mobil terabaikan. Bukan apa-apa, justru dengan berasuransi, dapat “menjaga” mobil Anda bila terjadi sesuatu. Apalagi bila Anda memandang mobil sebagai aset yang membutuhkan perlindungan.

Lalu, bagaimana solusinya? Sejatinya, jenis asuransi comprehensive menjadi dasar pilihan. Maklum, selain lebih lengkap, jaminan perluasannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Sejatinya, pembelian via kredit membuat lembaga pembiayaan mewajibkannya selama tenor terlindungi oleh asuransi. Umumnya, di masa tenor tersebut, mobil Anda terjamin oleh jenis pertanggungan Comprehensive.

Selain memang ideal, klausul yang dijamin memang lebih luas dan efektif melindungi aset. Hanya saja, perkaranya, biaya premi juga lumayan mengeruk isi kantung disebabkan dibayarkan sekaligus di muka.

Inilah tantangannya. Anda bisa menegoisisasikan ke petugas di lapangan. Anda bisa berkonsultasi hal ini ke pihak asuransi dan lembaga pembiayaan secara simultan.


Ilustrasinya, bila Anda memilih tenor 3 tahun, jenis pertanggungan Comprehensive hanya pada tahun pertama atau kedua, sementara sisanya Total Lost Only (TLO).

Variasi ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kocek Anda.

Ar­tinya, titik keseimbangan inilah yang menjadi kata kunci untuk memaksimalkannya.

Pilihan bisa diinformasikan ke penyelenggara asuransi.

“Sebaiknya untuk tahun pertama, Comprehensive menjadi pilihan. Selain masih baru, perlindungan terhadap mobil begitu efektif dan maksimal,” papar Agung Priambadha, Marketing & Communication Head Zurich Insurance Indonesia.



Aktifkan TPL dan PA di TLO

Meski Anda memilih opsi TLO, bukan berarti perluasan jaminan tidak bisa disandingkan dalam polis. Menambahkan beberapa klausul tambahan sesuai keinginan dan bujet sangat memungkinkan.

Tentu ada persyaratan yang mesti diketahui kedua pihak. Ada klausul lainnya siap membuat Anda tenang, seperti Third Party Liability (TPL) dan Personal Accident (PA). Secara karakter, keduanya lebih melindungi Anda ketimbang mobil. Namun, baik TPL maupun PA cukup membantu saat Anda berurusan dengan pihak lain dan insiden diri.

Untuk rate-nya tergantung tingkat plafon (nilai pertanggungan). Umumnya 10-20% dari plafon. Semisal untuk plafon Rp 20 juta, rated-nya Rp 200 ribu – 400 ribu.







sumber : autobild.co.id

Terima Kasih Atas Kunjungan nya ke Blog Anzon Toyota Tambun silahkan isi komentar anda.