Monday, 28 October 2013

Tips Pilih Jenis Kaca Mobil Toyota



Sampai saat ini, terdapat dua jenis kaca yang diaplikasi untuk dunia otomotif, yaitu tempered  dan laminated.  Kedua jenis ini mampu meminimalkan cedera saat terjadi kecelakaan. 

Kedua kaca tersebut memiliki tingkat perlindungan yang lebih baik dibanding kaca biasa. Namun tentu saja keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada beberapa alasan mengapa kaca laminated  ditempatkan sebagai windshield  atau kaca depan. Sementara jenis tempered  sebagai kaca di samping maupun belakang kendaraan. 

Kaca leminated  mampu meredam benturan dan menjaga lapisan ini sulit tembus. Ditambah sifat pecah kaca ini yang tidak menghambat visibilitas. 

Sayang kekuatan kaca laminated  sebenarnya tidak lebih baik dari tempered  yang 5 kali lebih kuat. Dan jika batas kekuatannya telah terlampaui, kaca tempered  akan pecah menjadi butiran jagung tanpa bisa meredam kekuatan lagi. 

Kaca laminated 
Jenis kaca ini merupakan paduan 2 kaca yang mengapit film PVB (Poly Vinyl Buthyral) dengan ketebalan 0,76 milimeter. Sementara kedua lapisan kaca biasanya memiliki ketebalan masing-masing 2 milimeter. 

Saat ini ada beberapa mobil Compact Hatchback  yang menggunakan lapisan kaca setebal 1,8 milimeter. Alasannya adalah untuk mengurangi bobot kendaraan secara keseluruhan sehingga mobil bisa lebih efisien. 

Lapisan PVB selain sebagai pengikat kedua lapisan kaca yang ada juga merupakan penguat dari kaca itu sendiri. Perlu Anda ketahui bahwa tanpa lapisan film PVB ini, kekuatan masing-masing lapisan itu tak lebih baik dari kaca biasa. 






Anda perlu berhati-hati jika di kaca depan terjadi keretakan kecil, karena keretakan itu akan segera merembet. Inilah salah satu kekurangan kaca jenis laminated.  Sebaiknya lakukan penggantian kaca sebelum terjadi keretakan lebih parah lagi.


Kaca tempered 
Jenis kaca ini biasa digunakan di kedua sisi serta kaca belakang mobil. Kaca tempered  memiliki kekuatan 5 kali lebih besar dibanding kaca laminated.  Bahkan jika kaca samping mobil dipukul dengan stik baseball  pun kaca tidak pecah, yang terjadi adalah stik akan memantul kembali. 

Sebagai gambaran, kaca tempered  dengan ketebalan 5 mm tidak pecah saat tertimpa bola besi seberat 226 gram dari ketinggian 3 meter. Jenis kaca ini baru akan pecah seperti jagung saat menerima hantaman sebesar 1.500 kg/cm² atau sampai dengan 5 kali lipat kekuatan kaca biasa. 

Selama kaca belum memiliki luka sedalam 1/6 dari ketebalannya, maka kaca tak akan pecah. Tapi bila hal ini sampai terjadi sebaiknya segera ganti kaca. Kedalaman tersebut telah mencapai tention zone  yang merupakan zona tempat ikatan-ikatan molekul kaca itu berkumpul. 

Samuel menjelaskan lebih lanjut, bila luka pada kaca tersebut dibiarkan, resonansi atau getaran dari mobil dapat saja memecahkan kaca di saat yang tak terduga. 

Kelemahan kaca tempered  adalah saat sebuah benda menghantam kaca pada kecepatan tinggi, benda tersebut dapat masuk ke dalam kabin. Begitu pula sebaliknya, penumpang yang tak mengenakan sabuk pengaman juga dapat terlempar keluar saat mobil berhenti mendadak dari kecepatan tinggi. 

 Proses pembuatan kaca tempered 
Kaca tempered merupakan lembaran kaca biasa yang dipanaskan pada suhu 6000 C dan kemudian didinginkan secara mendadak. Perubahan suhu yang mendadak ini bukannya memecahkan lapisan kaca tersebut melainkan mengubah struktur molekul kaca, berkumpul dan membentuk ikatan yang lebih kuat dari sebelumnya. 

Zone tempered 
Mobil-mobil keluaran era 90-an belum semuanya mengaplikasi jenis laminated  untuk kaca depan. Di era tersebut, masih banyak yang menggunakan kaca tempered  dengan 2 zona terpisah. Bagian tengah kaca yang terlihat seperti pelangi, biasa disebut dengan zone tempered. 

Saat terjadi benturan pada kaca jenis ini, bagian pelanginya akan pecah seketika menjadi butiran-butiran yang lebih besar dibandingkan dengan pecahan kaca tempered pada umumnya. Hal ini untuk menjaga visibilitas pengemudi ke depan. Sementara bagian luarnya tetap akan pecah layaknya kaca tempered  pada umumnya. 

Kaca berwarna kehijauan 
Jika diperhatikan, banyak kaca mobil keluaran terbaru memiliki nuansa kehijauan. Warna ini dipercaya dapat mengurangi sekaligus memantulkan sinar matahari yang masuk ke dalam kabin. Selain itu warna ini juga berfungsi untuk menolak sinar UV (ultraviolet) yang dapat merugikan kesehatan manusia. 

Kuantitas sinar yang bisa disaring oleh kaca ini bisa mencapai 70% dengan kata lain menyisakan visibilitas 70% yang memang menjadi batasan aman untuk sebagai kaca depan. 

Efeknya warna ini membantu mengurangi kerja AC mobil dan ujung-ujungnya berdampak pada efisiensi penggunaan bbm. Tentu saja saat dipadukan dengan kaca film, performa penolakan panasnya bisa lebih baik lagi. 

Tips 
1. Tambahkan lapisan kaca film untuk memperkuat kaca samping sekaligus mengurangi kelemahan jenis kaca tempered  yang bisa pecah berkeping-keping. Gunakan kaca film biasa, tidak perlu menggunakan kaca film dengan kemampuan antipeluru. Karena harus diingat, untuk faktor keamanan, saat dalam keadaan darurat kaca ini harus tetap bisa dipecahkan. 

2. Bila Anda terpaksa harus memecahkan kaca kendaraan karena satu dan lain hal, usahakan untuk memecahkan kaca pintu sebelah kanan depan bagian pengemudi. Pasalnya ketersediaan barang substitusi dan harganya kaca di bagian ini relatif lebih murah dan mudah diperoleh. 





sumber : autobild.co.id 

Terima Kasih Atas Kunjungan nya ke Blog Anzon Toyota Tambun silahkan isi komentar anda.