Wednesday, 23 October 2013

Tips Berkendara Aman di Jalan Tol


Jalan bebas hambatan dengan lebar dan cenderung lurus, membuat pengendara mudah terlena dan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Dibanding jalan biasa, jalan tol memiliki risiko sedikit berbeda. Seperti ketika terjadi ban pecah, efeknya akan lebih berbahaya. Alasannya, kendaraan melaju di jalan tol minimal 60 km/jam.

Untuk menghindari terajadinya kecelakaan atau memberikan keamanan bagi pengguna jalan, “Kami memberi rambu berupa petanda atau marka jalan pelindung risiko kecelakaan di setiap jalan tol. Baik jalur lurus atau di kawasan rawan kecelakaan,” jelas Bagus Cahya AB, AVP Traffic Mangement PT Jasa Marga (persero) Tbk.

Namun terkadang marka jalan tersebut sering di remehkan pengguna jalan tol. Selain keteledoran, ada pengguna jalan tol yang tidak tahu arti rambu lalu lintas yang terpasang. Bahkan banyak kasus setelah ada kecelakaan, pengguna jalan tol baru tahu fungsi marka jalan. Ada beberapa rambu dan marka jalan serta fungsinya yang perlu Anda ketahui.

Median Concrete Barrier Penghalau Silau
Fungsinya sebagai pembatas jalan di arus berlawanan, batas minimal ketinggian sekitar 75 cm dan terbuat dari beton. Kini median concrete barrier bentuknya sedikit berubah, yaitu bagian bawah melebar serta menjorok keluar sisi kiri dan kanan.

Khusus bagian yang menjorok, berfungsi untuk menghalau hantaman ban kendaraan. Sebelum bodi mobil, ban mobil akan menyentuh sisi menjorok itu. Efek hantaman ban mobil itu dapat mengejutkan pengemudi ketika hilang konsentrasi atau mengantuk.
 
Umumnya penghalau silau di jalan tol perkotaan menggunakan pelat besi berbentuk kotak. Fungsinya menghalau sinar lampu mobil dari arah berlawanan. Berbentuk kotak karena jalan tol tersebut mempunyai ruang terbatas.

Kalau jalan cukup lebar, menggunakan tanaman dengan ketinggian lebih dari 1 meter. Berarti tanaman tersebut selain untuk keindahan juga sebagai penghalau sinar lampu mobil.



Rambu Petanda Objek Rumble Strip (Pita Penggaduh)
Rambu ini berfungsi ketika malam hari dengan warna ku­ning hitam bergaris. Bila terkena sinar lampu alat ini berpendar. Letaknya di depan objek statis seperti tiang beton jembatan dan jarak antara objek dan rambu petanda sekitar 1-2 meter.



Rumble strip biasanya dipasang 350 meter dari gardu tol. Semakin dekat gardu, pita penggaduh jumlahnya semakin banyak. Fungsinya untuk mengurangi kecepatan mobil karena sudah dekat dengan gardu tol.

Marka ini juga ada di lajur daerah rawan kecelakaan. Gunanya untuk mengingatkan pengemudi untuk waspada dengan suara gaduh yang ditimbulkan dari benturan ban dengan marka.

Lajur Penyelamat
Lajur penyelamat biasanya berada jalan menurun curam dan berada di sisi bahu jalan berbentuk undakan tinggi. Sementara dasar lajur penyelamat terbuat dari pasir.

Prinsipnya seperti pasir pantai untuk menenggelamkan ban dan pada bagian ujung terdapat pembatas beton. Berguna untuk pengguna jalan yang mengalami rem blong dengan mengalihkan ke lajur penyelamat.



Bull Nose (Pelindung Gardu Tol)

Fungsinya untuk melidungi petugas yang berada di gardu tol dari pengguna jalan tol yang mengalami rem blong. Bentuk bull nose seperti hidung banteng, semakin dalam ke arah gardu tol bentuknya semakin meninggi dan diakhiri dengan pelindung beton.



sumber: autobild.co.id

Terima Kasih Atas Kunjungan nya ke Blog Anzon Toyota Tambun silahkan isi komentar anda.