Thursday, 3 October 2013

Plus Minus Pemakaian Stabilizer Mobil


Produsen mobil telah mengembangkan kendaraan yang dijualnya dalam kondisi yang balans. Maksudnya, sisi kenyamanan dan kestabilan berada dalam kondisi optimal dan disesuaikan dengan jenis kendaraannya.

Namun tidak sedikit produk aftermarket yang menawarkan produk agar kendaraan dapat dibuat lebih stabil. Dari strutbar, stabilizer, bushing sport hingga underbrace. Semuanya memiliki peran untuk membuat sasis menjadi lebih kaku.

Sisi positif dari sasis yang lebih kaku adalah kestabilan dan akurasi kemudi yang kian meningkat. Alhasil, pengemudi akan merasa pengendalian kian presisi dari kondisi standar.

Tapi sisi negatifnya adalah bantingan suspensi yang lebih keras. Dengan semakin kaku, tentu elatisitas sasis akan menurun. Efeknya, beban kerja ban kian berat akibat seluruh gaya saat bermanuver akan tertumpu pada ban. Saat di jalan basah, pengemudi perlu ekstra hati-hati lantaran grip ban lebih sulit terdeteksi akibat body roll yang minim.

Untuk itu, sebaiknya pilihlah stabilizer yang sesuai dengan kebutuhan. Jangan berlebih karena akan memberi kontribusi terhadap kenyamanan berkendara dan perubahan karakter pengendalian yang dapat berbahaya bila tidak disadari oleh pengemudi.
 
Underbrace
Suatu alat peningkat stabilitas yang dipasang pada sasis bagian bawah depan, tengah dan belakang. Fungsinya adalah mengurangi kelenturan sasis mobil sehingga mobil menjadi lebih rigid.

Karena kelenturan sasis berkurang, maka beban kerja suspensi untuk meredam benturan jalan akan lebih tinggi. Selain itu penambahan komponen ini juga memberi penambahan beban mobil. Efek lainnya, kemudi pun kian reaktif terhadap kondisi permukaan jalan. Untuk itu, pengemudi perlu ekstra hati-hati saat melewati jalan licin dan bergelombang.

Sway bar
Merupakan komponen yang fungsinya menghubungkan kedua pangkal suspensi sisi roda kanan dan kiri. Umumnya sway bar telah menjadi kelengkapan standar di suspensi depan. Bila perangkat ini dipasang, tentunya akan membuat mobil menjadi lebih stabil, sehingga efek body roll saat bermanufer pun dapat diredam.

Untuk mobil seperti Toyota Avanza, Suzuki APV, Daihatsu Xenia dan lainnya, penerapan komponen ini di bagian belakang cukup membantu kestabilan. Dan tak heran bila produk aftermarket ini mempunyai banyak pilihan terhadap mobil-mobil yang tergolong laku keras.

Walaupun demikian tentunya penggunaannya harus lebih bijak, se­suaikan penggunaan rear stabilizer dengan jenis mobil yang Anda miliki. Karena untuk mobil jenis penjelajah, alat ini mengurangi fleksibilitas gerak suspensi roda belakang yang mengakibatkan tingkat kenyamanan berkendara berkurang.

Strut bar
Komponen yang dipasang di bagian atas suspensi ini memiki peran ganda. Selain bertugas untuk membuat kontruksi suspensi kian kaku, secara tampilan juga terlihat lebih gagah, baik di ruang mesin atau pun di belakang.

Untuk mobil yang kerap melewati jalan rusak, tentu penguatan kontruksi sasis dan suspensi ini memiliki dampak positif. Selain itu, bila dibandingkan dengan sway bar, ia tidak mengurangi jarak main suspensi dan tidak memiliki dampak signifikan terhadap bantingan suspensi yang lebih kaku.

Bushing Sport
Berbahan lebih kaku ketimbang bushing bawaan pabrik mobil yang berbahan karet. Biasanya bushing ini terbuat dari bahan polyurethane. Karena sifatnya yang lebih rigid tentunya dalam melakukan handling-pun akan lebih stabil.

Kendala utamanya adalam proses pemasangan. Pasalnya, bushing sport ini umumnya digunakan diajang balap mobil dan biasanya telah mengadopsi ban dengan grip di atas rata-rata mobil harian. Tak heran bila proses pemasangannya harus membongkar suspensi.

sumber: autobild.co.id

Terima Kasih Atas Kunjungan nya ke Blog Anzon Toyota Tambun silahkan isi komentar anda.