Friday, 27 September 2013

Jauhkan Dari Sampah



Di mobil lawas, panel tersebut umumnya terlihat jelas membatasi kaca depan dan kap mesin. “Di atasnya terdapat kisi-kisi untuk mengalirkan air ke bawah sekaligus saluran udara pendingin motor wiper. Detailer kerap menyebut­nya sebagai panggangan sate karena bentuknya seperti alat untuk memanggang sate,” canda Johanes Agus Irawan dari Platinum Car Care.

Namun untuk mobil baru panel tersebut umum­nya tersembunyi di bawah kap mesin sehingga menciptakan ceruk antara kap mesin dan kaca depan. Alasan estetika menjadi pertimbangan utama. Nah, di sini masalah timbul.
Mobil memiliki banyak saluran. Salah satunya berada antara ruang mesin dan kaca depan, terdapat panel tempat bertenggernya tangkai wiper. Perannya, saat hujan atau mobil dicuci, panel yang umumnya berbahan plastik ini bertugas mengalirkan air yang turun dari kaca depan ke kolong mobil via saluran.
Karena bentuknya yang cekung dan tersembunyi, panel itu dapat menampung kotoran di permukaannya. Contohnya saat Anda parkir di bawah pohon rindang. Sampah seperti daun atau ranting yang jatuh bisa berserakan di atas panel itu. Ketika hujan, sampah itu akan terbawa oleh air dan masuk ke saluran pembuangan air.
Segera ambil dahan dan ranting yang hinggap Siram dengan air bertekanan agar kotoran bisa turun Hati-hati terhadap ECU dan sekring

“Makanya, setelah parkir di bawah pohon, coba perhatikan panel tersebut. Jika ada sampah seperti daun dan ranting segera ambil agar tidak menghalangi fungsinya mengalirkan air,” lanjut Jo, sapaan akrabnya.

Sampah dapat menghalangi jalur air. Apalagi sekarang mobil sudah tidak sepenuhnya menggunakan kisi-kisi tersebut untuk mengalirkan air. Melainkan membuat lubang sendiri di kedua ujungnya yang notabene lebih mudah tersumbat.

Cara paling mudah me­ngetahui kelancaran saluran itu adalah dengan melihat kolong sepatbor di belakang ban. Siram panel dengan air bertekanan. Air akan turun dengan deras dan panel segera kering jika alirannya berjalan lancar.

Sempatkan untuk membersihkan panel saluran air tersebut ketika mencuci mobil. Angkat sampah yang ada dengan tangan. Gunakan air bertekanan untuk mendorong debu dan kotoran turun.

Namun perlu hati-hati ketika menyiram air bertekanan lantaran biasanya di dekat panel itu terdapat sistem kelistrikan mobil seperti kotak sekering dan ECU. Anda dapat menutup permukaan kotak dengan kain kering atau plastik sebelum menyemprot panel saluran air.

Segera keringkan setelah mencuci panel saluran air

Jangan lupa untuk sege­­­ra mengeringkannya. Water spot mudah timbul jika noda air dibiarkan me­ngering tanpa dilap. Selain itu, panel berbahan plastik itu memiliki musuh la­ten yakni panas matahari.
Sinar ultra violet mampu membuat warna plastik pu­dar dan berakhir kusam. Memang hal itu tidak terjadi dalam jangka waktu pendek, tapi mengesalkan jika sampai terjadi.

“Sebagai tambahan pe­lindung dari sengatan sinar matahari Anda dapat menggunakan plastic and rubber conditioner. Bahannya memiliki formula untuk memberi lapisan pelindung dari sengatan matahari sehingga membuatnya lebih awet,” urai Jo.

Lalu bagaimana kalau sampai air tersumbat dan metode di atas tidak mampu membersihkannya? “Kami sendiri belum pernah mendapatkan mobil dengan masalah tersebut. Namun jika sampai terjadi, Anda bisa melepaskan panel tersebut untuk memeriksa rongga di bawahnya,” ungkap Jo lebih lanjut.

Masalahnya, tidak semua panel mobil bisa dilepas dengan mudah, tergantung cara pemasangan saluran pembuangan air tersebut. Selain itu ada handycap karena harus melepaskan tangkai wiper. Cara paling mudah menjaganya adalah dengan memastikan tidak ada sampah bersarang di atasnya.
Semprot dengan conditioner untuk menahan sengatan sinar matahari
sumber : autobild.co.id
Seka dengan kain kering hingga merata untuk memberikan perlindungan terbaik

Terima Kasih Atas Kunjungan nya ke Blog Anzon Toyota Tambun silahkan isi komentar anda.