Wednesday, 28 August 2013

Mobil murah Toyota - Inilah Fitur lengkap Toyota Agya


Momen Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012 menjati titik awal langkah Indonesia menuju mobil yang terjangkau dan efisien. Hal ini terbukti dengan diperkenalkannya Loreca atau Low Cost Green Car [LCGC] generasi pertama di kubu Astra. Tentu saja Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla menjadi gambaran besar seperti apa sosok loreca yang akan diwujudkan pemerintah dan produsen mobil di Indonesia. Kami melihat hal ini cukup positif karena loreca sendiri telah diwujudkan di Jepang yang disana disebut K-Car atau Kei Car. Kei Car sendiri sifatnya tidak jauh beda dengan regulasi LCGC yang tengah digodok oleh pemerintah. Itulah sebabnya produsen mobil Jepang menyanggupi regulasi yang ditetapkan pemerintah karena sejatinya mereka sudah merasakan pahit manisnya dalam pengembangan mobil kecil melalui Kei Car. Kei Car sendiri walaupun diperuntukkan oleh menengah kebawah namun bukan berarti line up Kei Kar mesti sejenis city car, minibus atau pick up. Kei Car hanya salah satu cara agar masyarakat ekonomi menengah kebawah tetap bisa mendapatkan mobil yang bervariatif namun dengan sedikit pemangkasan. Misalnya orang yang ingin merasakan Sport Car murah bisa membeli Suzuki Cappucino yang mempunyai sensasi layaknya sport car walaupun mesin dan bodinya berdimensi kecil. Begitu pula bagi pecinta offroader bisa memilih Suzuki Jimny yang mempunyai kehandalan mendaki dan menuruni bukit walaupun dimensinya kecil. Sekiranya itulah harapan kami terhadap regulasi LCGC yang bisa menawarkan segala mobil yang variatif dengan mesin ekonomis dan harga miring.

Astra Toyota Agya sebenarnya membawa semangat Kei Car dalam dirinya, terutama versi sportnya. Hal ini dapat dilihat dari tampilannya yang terlihat sportif dan agresif berpadu dengan bodykit. Menggambarkan bahwa mobil kecil tidak selalu identik dengan feminimitas. Dari depan tampilannya menggunakan bahasa “Under Priority” ala Toyota yang bisa dilihat dari grille yang terlihat seperti huruf X. Bahasa desain ini senada dengan Toyota Camry, Corolla dan Innova. Terbukti dengan tampilan ini sudah mengokohkan bahwa gerobak besi ini sangat agresif dan sesuai namanya Agya. Oh iya nama Agya sendiri juga menyesuaikan regulasi LCGC  dimana mobil LCGC harus mempunyai nama yang berbau Indonesia.  Maka dipilihlah Agya yang dalam bahasa Sansekerta berarti Cepat. Namun apakah mesinnya sejalan dengan namanya? Kita belum tahu pasti, karena memang produk ini belum dipasarkan secara resmi.



Bagian belakang Toyota Agya justru nyaris sama persis dengan Daihatsu Mira e:S yang menjadi referensi bagi pengembangan Agya. Namun menurut kami tampilannya justru terlihat rumpang dengan bodykit. Bukannya modern malah justru terkesan spartan. Oh ya Agya dilengkapi velg alloy palang 6 berdiameter 14 inchi.



Menilik bagian interiornya, Agya mengambil referensi dari Daihatsu A-Concept, basis kelahiran duet maut ini [Agya Ayla]. Modelnya tergolong sleek dan fungsional jadi anda jangan mengharapkan kemewahan, tapi kemudahan dalam pengoperasian seluruh fitur. Dalam hal kelengkapan, Agya varian tertinggi dilengkapi AC, SRS Airbag, Double DIN, power window, power steering, central lock, dan electric mirror. Semuanya adalah fitur-fitur yang fungsional untuk sebuah mobil kecil walaupun bukan fitur unggulan. Toyota memilah Agya dengan tiga varian. Tertinggi untuk versi TRD-S yang telah dilengkapi bodykit ala TRD Indonesia. Dan dua type lainnya adalah type G dan E. Kerennya semua variannya tersedia dalam versi manual dan matic, jadi total ada 6 varian.



Menilik kedalam mesin, mereka menggunakan 1KR-DE yang jelas jauh berbeda dibanding mesin EJ-VE-nya Daihatsu Xenia 1.0. Mesin ini diimpor langsung dari kembar bule nan cakep di eropa sana bernama Toyota Aygo. Mengingat Toyota juga bekerjasama dengan PSA Peugeot Citroen dalam mengembangkan Aygo, Citroen C1 dan Peugeot 107. Disini ada kemungkinan Peugeot 107 yang harganya 2 kali lipat bisa kawin silang sparepart dengan Agya. So bisa jadi Astra sudah mengatur Peugeot 107 dijual duluan baru Agya Alya, selain untuk memperbesar lingkup sparepart juga menjadi simbiosis mutualisme komponen mereka bertiga. Mesin 1KR-DE ini berkonfigurasi 3 silinder 12 valve DOHC, yang meletupkan tenaga 67hp @ 6000rpm dan 93nm @ 5600rpm. Mesin ini menggunakan bahan alumunium sehingga lebih ringan dan lebih efisien dibanding Xenia. Walaupun dari segi spek jedanya cukup jauh dibanding Xenia namun Agya Alya belum menggunakan teknologi katup VVT-i seperti yang digunakan Xenia sekarang.

Kemungkinan ini akan menjadi senjata facelift Toyota-Daihatsu untuk tahun-tahun berikutnya sehingga tenaga Agya Alya facelift setelah menggunakan VVT-i estimasinya meraih angka 70hp. Angka yang lumayan, semoga harganya nanti tidak melonjak naik setelah facelift.

Overall karena media hanya bisa melihat first sight dari Astra Toyota Agya semata, kami belum bisa berbicara banyak. Namun kehadiran Astra Toyota Agya memang menjadi titik cerah bagi kita karena LCGC ternyata bukan sekedar opini belaka. Namun walaupun soal harga masih menunggu regulasi LCGC yang belum rampung oleh pemerintah [harga sementara 90 - 120 juta rupiah], inden terhadap Toyota Agya sudah dibuka. So bagi anda yang sudah tidak sabar untuk mendapatkan “calon mobil investasi” seperti duet kembar Avanza dan Xenia ya monggo.

Untuk pemesanan silahkan hubungi Wiraniaga 
Heri.H  
0856 9313 4971 
021 6060 5379
PIN: 2942EC82

Terima Kasih Atas Kunjungan nya ke Blog Anzon Toyota Tambun silahkan isi komentar anda.